Laporan Penelitian Sejarah Candi Prambanan

 LAPORAN PENELITIAN SEJARAH



 Kompleks Candi Hindu Terbesar di Asia Tenggara


                      " Sejarah Candi Prambanan "


Disusun Oleh :

1. M. Riski Andri Sanjaya (22)

2. Emir Lutfi Faizi (11)

3. Amelia Nurhaeni (2)

4. M. Chandra (25)

5. Nabila Amelia (27)

6. Mirza Rizqullah R (19)


 DAFTAR ISI : 

 Kata Pengantar


BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Sejarah Terbentuknya


BAB II PEMBAHASAN

A. Heuristik

B. Verifikasi

C. Interpretasi

D. Historiografi


BAB III PENUTUP 

Kesimpulan


Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Kepada-Nya kita memohon perlindungan. Karena berkat karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah laporan penelitian sejarah ini.


Kami sadar bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dari segi penulisan, bahasa, ataupun data-data yang kurang lengkap dan sebagainya. 


Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyelesaian makalah ini. Semoga laporan sederhana ini dapat berguna bagi para pembacanya.


 BAB I PENDAHULUAN


Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini adalah untuk memenuhi tugas sejarah yaitu melakukan penelitian tempat bersejarah di Indonesia. Kami memilih untuk melakukan penelitian mengenai "Sejarah Candi Prambanan."

Sebab, candi tersebut merupakan candi Hindu terbesar dan terlengkap di Indonesia dan Asia Tenggara.


BAB II PEMBAHASAN


A. Heuristik 

Secara harfiah, heuristik berasal dari bahasa Yunani yaitu dari kata heuriskein yang artinya adalah menemukan. Secara umum, heuristik dapat diartikan sebagai seni atau suatu ilmu pengetahuan yang memiliki hubungan dengan sebuah penemuan baru atau sebuah solusi yang dapat memecahkan suatu masalah.


 #1. Sumber Benda / Bangunan : 

- Arca Rsi Agastya

- Arca Dewa Siwa 

- Arca Durga Mahisasuramardini

- Arca Ganesha

- Kompleks Candi, terdiri dari :

- 3 Candi Trimurti: candi Siwa, Wisnu, dan Brahma

- 3 Candi Wahana: candi Nandi, Garuda, dan Angsa

- 2 Candi Apit: terletak selang barisan candi-candi Trimurti dan candi-candi Wahana di sisi utara dan selatan

- 4 Candi Kelir: terletak di 4 penjuru mata angin tepat di balik pintu masuk halaman dalam atau zona inti

- 4 Candi Patok: terletak di 4 sudut halaman dalam atau zona inti

- 224 Candi Perwara: tersusun dalam 4 barisan konsentris dengan banyak candi dari barisan terdalam hingga terluar: 44, 52, 60, dan 68.


 #2. Sumber Tulisan : 

Website Internet ( Google )


 #3. Sumber Lisan : -


B. Verifikasi

Verifikasi merupakan proses membangun kebenaran, akurasi, atau validitas dalam suatu sejarah. Verifikasi juga bisa diartikan sebagai perbandingan dua atau lebih item, atau penggunaan tes tambahan, untuk memastikan keakuratan, kebenaran, atau kebenaran informasi.


 ARCA / LINGGA

- Arca Rsi Agastya

Arca ini berada di bilik sisi selatan Candi Siwa. Arca Agastya digambarkan berperut buncit, berkumis, dan berjenggot, bertangan dua, masing-masing membawa kamandalu dan aksamala, di samping kiri dan kanan terdapat dua makhluk dalam posisi menyembah.


Agastya adalah seorang Rsi (pendeta) yang berasal dari bangsa Dravida. Di Indonesia tokoh ini merupakan salah satu anggota pantheon Siwa yang bersama dengan anggota pantheon yang lain (Siwa Mahadewa, Durga, Ganesa, Mahakala-Nandiswara).


- Arca Dewa Siwa

Arca utama ini berada di bilik sisi timur Candi Siwa. Arca ini ditemukan pada tahun 1979. Dewa Siwa adalah salah satu dewa Trimurti dalam agama Hindu, dikenal sebagai dewa perusak alam semesta.


- Arca Durga Mahisasuramardini

Arca Durga adalah arca atau patung batu Dewi Durga tokoh mitologi hindu yang terkenal sangat cantik dan pemberani dan juga merupakan istri dari Dewa Siwa. Arca ini berada di bilik sisi utara Candi Siwa.


- Arca Ganesha

Arca ini berada di bilik sisi barat Candi Siwa.Ganesa adalah anak Dewa Siwa dan Parwati yang berwujud gajah bertangan 4 yang disembah sebagai dewa ilmu pengetahuan dan dewa penyingkir rintangan-rintangan, ditempatkan dalam bilik atau relung candi untuk mengiringi Siwa yang berkedudukan sebagai dewa utama.


 KOMPLEKS CANDI

- CANDI SIWA

Candi Siwa sebagai candi utama adalah bangunan terbesar sekaligus tetinggi di kompleks candi Rara Jonggrang, berukuran tinggi 47 meter dan lebar 34 meter. Puncak mastaka atau kemuncak candi ini dimahkotai modifikasi bentuk wajra yang melambangkan intan atau halilintar. Bentuk wajra ini merupakan versi Hindu sandingan dari stupa yang ditemukan pada kemuncak candi Buddha. Candi Siwa dikelilingi lorong galeri yang dihiasi relief yang menceritakan kisah Ramayana; terukir di dinding dalam pada pagar langkan. Di atas pagar langkan ini dipagari jajaran kemuncak yang juga berbentuk wajra. 


- CANDI WISNU dan BRAHMA

Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Dewa Wisnu, yang terletak di sisi utara dan satunya dipersembahkan kepada Brahma, yang terletak di sisi selatan. Kedua candi ini menghadap ke timur dan hanya terdapat satu ruang, yang dipersembahkan untuk dewa-dewa ini. Candi Brahma menyimpan arca Brahma dan Candi Wishnu menyimpan arca Wishnu yang berukuran tinggi hampir 3 meter. Ukuran candi Brahma dan Wishnu adalah sama, yakni lebar 20 meter dan tinggi 33 meter.


- CANDI WAHANA

Tepat di depan candi Trimurti terdapat tiga candi yang lebih kecil daripada candi Brahma dan Wishnu yang dipersembahkan kepada kendaraan atau wahana dewa-dewa ini; sang lembu Nandi wahana Siwa, sang Angsa wahana Brahma, dan sang Garuda wahana Wisnu. Candi-candi wahana ini terletak tepat di depan dewa penunggangnya.


- CANDI APIT, KELIR, dan PATOK

Di antara baris keenam candi-candi utama ini terdapat Candi Apit. Ukuran Candi Apit hampir sama dengan ukuran candi perwara, yaitu tinggi 14 meter dengan tapak denah 6 x 6 meter. Disamping 8 candi utama ini terdapat candi kecil berupa kuil kecil yang mungkin fungsinya menyerupai pelinggihan dalam Pura Hindu Bali tempat meletakan canang atau sesaji, sekaligus sebagai aling-aling di depan pintu masuk. Candi-candi kecil ini yaitu; 4 Candi Kelir pada empat penjuru mata angin di muka pintu masuk, dan 4 Candi Patok di setiap sudutnya.


C. Interpretasi

Interpretasi adalah penafsiran/memberikan perspektif teoritis terhadap suatu peristiwa bersejarah.

Dalam penelitian sejarah kali ini, Kami berpandangan bahwa Candi Prambanan merupakan kompleks candi terbesar di Indonesia. Selain itu, arsitektur tiap candi dan relief yang indah menjadikannya salah satu candi terindah di Asia Tenggara sama halnya seperti Angkor Wat di Kamboja.


D. Historiografi


Candi Prambanan (bahasa Jawa: ꦕꦤ꧀ꦝꦶ​ꦥꦿꦩ꧀ꦧꦤꦤ꧀, translit. Candhi Prambanan) adalah kompleks candi Hindu (Syaiwa) terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi atau 856 M. Candi yang juga disebut sebagai Rara Jonggrang ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu dewa Brahma sebagai dewa pencipta, dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara, dan dewa Siwa sebagai dewa pemusnah. 


Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter, dikarenakan aliran Syaiwa yang mengutamakan pemujaan dewa Siwa di candi ini. 


 BAB III PENUTUP


Kesimpulannya adalah peristiwa yang terjadi di masa lampau dapat menjadi kisah sejarah. Dalam membuat kisah sejarah tersebut dapat ditulis menggunakan metode. Metode tersebut terdiri dari beberapa langkah yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGENALAN KONSENTRASI KEAHLIAN - ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN (AIJ) | SMK N 54 JAKARTA

CARA INSTALASI PROXMOX di ORACLE VIRTUALBox | ASJ | MIRZA RIZZQULLAH RAMADHAN

KONFIGURASI IP ADDRESS di DEBIAN 8 | Administrasi Sistem Jaringan